Islam II


ISLAM
 Islam Menurut:
 Thomas W. Arnold : "The Preaching of Islam”, setelah kerajaan Majapahit runtuh, dikalahkan oleh kerajaan Islam Demak, pemegang kekuasan berikutnya adalah Demak Islam. Dapat dikatakan sejak zaman baru itu, pengaruh kerajaan Islam Demak juga menyebar ke Papua, baik langsung maupun tidak. 
 

HJ. de Graaf, seorang ahli sejarah asal Belanda, Islam hadir di Asia Tenggara melalui tiga cara : Pertama, melalui dakwah oleh para pedagang Muslim dalam alur perdagangan yang damai; kedua, melalui dakwah para dai dan orang-orang suci yang datang dari India atau Arab yang sengaja ingin mengislamkan orang-orang kafir; dan ketiga, melalui kekuasan atau peperangan dengan negara-negara penyembah berhala.

SISTEM PEMERINTAHAN • Kerajaan Islam di Papua: Kerajaan Waigeo (Tunduk kepada Bacan) Kerajaan Misool/Lilinta (marga Dekamboe) Kerajaan Salawati (marga Arfan) Kerajaan Sailolof/Waigama (marga Tafalas) Kerajaan Fatagar (marga Uswanas) Kerajaan Rumbati (marga Bauw) • Kerajaan Atiati (marga Kerewaindżai) Kerajaan Sekar (marga Rumgesan) Kerajaan Patipi Kerajaan Arguni Kerajaan Wertuar (marga Heremba) Kerajaan Kowiai/kerajaan Namatota Kerajaan Aiduma Kerajaan Kaimana 



  • Berdasarkan sejarah, di Kepulauan Raja Ampat terdapat empat kerajaan tradisional, masing-masing adalah kerajaan Waigeo, dengan pusat kekuasaannya di Wewayai, pulau Waigeo; kerajaan Salawati, dengan pusat kekuasaan di Samate, pulau Salawati Utara; kerajaan Sailolof dengan pusat kekuasaan di Sailolof, pulau Salawati Selatan, dan kerajaan Misool, dengan pusat kekuasaan di Lilinta, pulau Misol. Penguasa Kerajaan Lilinta/Misol (sejak abad ke-16 bawahan kerajaan Bacan) RADJA AMPAT
 

  • KERAJAAN SAILOLOF • Kerajaan Sailolof bertempat di desa Sailolof, selatan Salawati dan satiu dari empat kerajaan di Pulau Raja Ampat, Papua. I. Wilayah Wilayah Sailolof berada di kawasan Kepala Burung (Pulau Katimin, sepanjang Sele Strain, Seget, Gisim, Kalabar), Pulau Salawati, di barat Pulau Batanta, Pulau Meoskapal dan pulau Kofiau. Saat ini, bekas wilayah Sailolof dipenuhi oleh distrik Seget, di selatan Sorong, Misol dan Berau. II. Struktur Pemerintahan • Pemerintahan Pusat o Fun Kalana: gelar tradisional yang digunakan monarki Sailolof. Dalam tugasnya, Kalana dibantu beberapa staf istana, yaitu Sawoi (punggawa raja), Kapitin (kepala bidang logistik), Punta (asisten khusus di bidang komunikasi). o Rat adat: lembaga yang memiliki otoritas untuk memutuskan dan mengawasi pelaksanaan kebijakan istana, membentuk peraturan, memberi arahan pada Kolano dan mengurusi hal-hal keagamaan. Lembaga ini dipimpin oleh Kolano dan tersusun atas petugas kerajaan sebagai berikut: - Jojou: pembantu Kalana yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan kerajaan dengan koordinasi dari istana. - Ukum: petugas kerajaan untuk urusan peraturan. - Dumlaha: petugas istana untuk mengatur perayaan adat tradisi. - Mirino: petugas kerajaan untuk mengumpulkan pajak. - Sudasmoro: petugas kerajaan untuk mengubah beberapa kewajiban khusus terkait hal-hal supranatural.
  • Pemerintah daerah Kepala pemerintah daerah adalah Marinpnu sebagai kepala desa dan Ulison sebagai kepala klan.
    • KERAJAAN FATAGAR • Keterangan yang diperoleh dari Raja Fatagar, Arpobi Uswanas 1997, menceritakan bahwa Fatagar I yaitu Tewal, diperkirakan hidup pada tahun 1724-1814. Raja Tewal bertahta di daerah Tubir Seram, yang hijrah dari Rumbati (daerah Was). Pada saat kerajaan Fatagar masih di Rumbati, disana Islam sudah ada dan berkembang dengan ditemukannya puing-puing bekas reruntuhan masjid. Itu berarti Islam sudah masuk di daerah Rumbati sebelum tahun 1724. Sementara itu, berdasarkan keterangan Raja Rumbati ke 16, H. Ibrahim Bauw 1986, bahwa Islam masuk di Was pada tahun 1506 melalui perang besar antara Armada Kesultanan Tidore yang dipimpin Arfan dengan Kerajaan Rumbati. Silsilah keluarga muslim terpandang di Papua, yakni dari keluarga H. Ibrahim Bauw dibawah ini bisa pula menjadi pijakan sejak kapan Islam masuk ke tanah Papua. • Patmogari—Nawarissa—Ismail—Samali—Abu Bakar—Ismail Samali Bauw (lahir tahun 1938 wafat 2002) Abu Bakar Bauw, Raja Rumbati gugur dalam Perang Dunia II di Kokas, Fakfak pada tahun 1944 dalam usia 52 tahun. Jika diambil rata-rata generasi berselisih 40 tahun, maka moyang dari keluarga Bauw telah masuk Islam sekitar 1600, dan sudah barang tentu sebelum itu, Islam telah tumbuh disana. H. Ibrahim Bauw, Raja Rumbati yang meninggal pada tanggal 24 Agustus 1994 dalam usia 80 tahun. Dalam catatan pribadinya menjelaskan bahwa agama Islam telah masuk ke Semenanjung Onin Fakfak pada tahun 1502. Dalam catatan tersebut, H. Ibrahim Bauw juga menjelaskan bahwa selain Imam Abd. Ghafar yang datang dan tinggal, menetap dan meninggal dunia di Rumbati, sekitar 100 tahun sebelumnya datang seorang mubalighah dari Bandanaria bernama Siti Mashita. Beliau datang ke kampung Patipi, menetap dan menetap dan meninggal dunia di kampung tersebut. Beberapa naskah serah terima kontrolir menyebutkan bahwa berdasarkan pemberitaan pelaut bernama Louis Vaes de Torres tahun 1606, ketika itu singgah di pesisir daerah Onin (daerah Kaimana sampai Namatota) telah melihat beberapa pedagang Islam yang bermukim disana. Dari pernyataan tersebut terlihat bahwa waktu masuknya Lauis Vaes De Torres, Islam sudah ada dan berkembang di daerah Fakfak.

    • KERAJAAN WAIGEO DAN WAIGAMA v Penguasa Kerajaan Waigama (sejak abad ke-16 bawahan kesultanan Bacan): • Abd ar-Rahman (1872-1891) • Hasan (1891/1900-1916) • Syams ad-Din Tafalas (1916-1953) v Penguasa Kerajaan Waigeo (sejak abad ke-16 bawahan Kesultanan Ternate)
    • KERAJAAN RUMBATI • Salah satu raja mantan raja dari kerajaan Rumbati adalah Patipi. Beliau sudah memerintah sejak lama. Beliau dikenal karena keinginannya memperkenalkan dan membawa Islam kepada orang-orang disekitarnya. Keberadaan dinasti raja ini adalah dinasti kedua yang mana pernah memerintah di Patipi. • Raja pertama masih dalam pemerintahan di abad ke-20 bahkan sempat diperintah olehnya selama dua kali periode raja pada wakktu itu, ketika dinasti kedua memerintah. Raja yang memerintah kini adalah sebatas wilayah Raja Bupati, yaitu Raja Patipi ketika Raja Bupati, Ahmad Iba dianggap sebagai penguasa ke 16 kerajaan Patipi. • Ketika saudara kandungnya Raja Usman Iba meninggal, ia menjadi bupati karena anak raja mewariskannya sebagai penerus atau ahli waris (putra raja almarhum) disaat ia masih mempelajari yaitu Raja Muda Atarai Iba. Hal ini tidak diketahui, ketika ahli waris tahta akan dinobatkan sebagai raja baru. Bupati adalah pensiunan pegawai dari departemen perikanan kabupaten Fak Fak

    • KERAJAAN WERTUAR • Menurut keterangan Raja Wetuar ke X yakni Musa Haremba, bahwa Raja pertama Wertuar adalah Vijao. Penduduk meyakini bahwa asal muasal Raja Vijao ini dari cahaya, sedang Raja kedua bernama Ukir. Selanjutnya Raja ketiga bernama Winey yang beristrikan Boko Kopao dari Namatoria. Dari susunan Raja-raja Wertuar, yang dilantik Sultan Tidore adalah Raja ketujuh yakni Lakate pada tahun 1886. Namun pendapat lain mengatakan bahwa yang dilantik adalah Raja Wertuar keenam, yakni Sanempe. Hubungan Lakate dengan Sanempe adalah hubungan saudara dan bukan hubungan bapak anak, yang berarti mereka hidup dalam satu zaman. • Terlepas dari siapa yang dilantik dari kedua raja tersebut, kedua sumber tadi menjelaskan bahwa Raja Wertuar tersebut dilantik oleh Sultan Tidore yang bernama Muhammamd taher Alting pada tahun 1886 di Karek, Sekar Lama. Turut hadir dalam peristiwa pelantikan adalah Raja Rumbati, Abdul Jalil, dan Raja Misool Abdul Majid. Dari keterangan diatas menunjukkan bahwa Raja Rumbati adalah Raja Misool telah lebih dahulu masuk Islam. • Disebutkan juga bahwa kedua masa pemerintahan Raja Wertuar keenam dan ketujuh untuk pertama kalinya dibangun Masjid pertama Wertuar terletak di Patimburak pada tahun 1870. Tapi sebelum masjid itu dibangun sudah ada lebih dahulu bangunan musholla sebagai tempat ibadah mereka ditempat yang berbeda. Disisi lain, dilihat dari data silsilah menunjukkan bahwa raja Wertuar ketiga, Waney, yang bertahta di daerah Kramamongga dimana dia beristrikan putri Namatota yakni Boki Kopiyai. Mereka diperkirakan hidup pada tahun 1576-1643. • Dari sini dapat disimpulkan bahwa kedua kerajaan ini (Kerajaan Wertukar dan kerajaan Namatota) sudah terjalin kerja sama sejak abad XIV, atau bahkan jauh sebelumnya sekitar tahun 1506-1576, dimana raja Wertuar kedua hidup. Kerja sama keduanya kemudian disepakati mempertemukan anak mereka dalam wadah perkawinan.   

    • KERAJAAN SALAWATI • Penguasa Kerajaan Salawati (sejak abad ke-16 bawahan Kesultanan Ternate): • Abd al-Kasim (1873-1890) • Muhammad Amin (1900-1918) •
    • KERAJAAN KOWIAI (NAMATOTTA) • Dari silsilah Raja Namatota diketahui bahwa Raja Namatota pertama yakni Ulan Tua, telah memeluk Islam hingga sekarang diketahui merupakan generasi kelima. Lamarora merupakan raja kedua kerajaan Namatota diperkirakan hidup pada tahun 1778-1884. Raja Lamarora selanjutnya datang ke daerah Kokas dan disana beliau telah menyebarkan agama Islam dan kawin dengan perempuan bernama Kofiah Batta, selanjutnya pasangan ini merupakan cikal-bakal Raja-raja Wertuar. Salah seorang Raja Wertual (Kokas) bernama M. Rumandeng al-Amin Umar Sekar 1934, dengan gigih pernah menentang pemerintah Belanda dengan tidak mau menyetor uang tambang minyak kepada mereka. Akibatnya dia dipenjara di Hollandia (Jayapura) sebelum kemudian dibebaskan.
    • KERAJAAN SRAN EMAN MUUN • Kerajaan Sran Eman Muun diperkirakan berdiri sekitar awal abad ke-12. Sejak berdiri, kerajaan ini sudah tiga kali berpindah pusat pemerintahan dari Weri/Tunas Gain di wilayah Kabupaten Fak-Fak, kemudian berpindah ke Borombouw di Pulau Adi perairan laut Arafuru wilayah Kabupaten Kaimana. Pada periode tahun 1498 hingga 1808, terjadi Perang Hongi dan perpecahan dalam keluarga kerajaan sehingga Nduvin, Raja Sran Kaimana IV pada tahun 1808, kemudian memindahkan ibu kota ke daerah yang sekarang menjadi Kampung Sran, Kaimana. Kerajaan Sran Eman Muun inilah yang kemudian terpecah menjadi sejumlah kerajaan kecil di Kaimana hingga Fak- Fak, misalnya, melalui perkawinan keluarga kerajaan seperti pada Kerajaan Namatota di Pulau Namatota Kaimana. Kaimana pusat penyebaran Islam di Papua • Masuknya Islam pertama kali dibawa oleh Imam Dzikir di Borombouw pada tahun 1405. Penyebaran agama Islam masuk melalui interaksi perdagangan dengan pedagang dari luar Papua seperti dari Sumatera, Sulawesi, dan Maluku. Imam Dzikir kemudian menetap di Pulau Adi dan mengajarkan Islam yang kemudian diterima oleh keluarga kerajaan.
    • KERAJAAN KAIMANA • Kaimana adalah salah satu dari 9 kerajaan seperti daerah wilayah semenanjung Bomberai Papua. Awalnya Kaimana adalah bagian dari Namatota (Namatotte), namun perlahan tapi pasti menjadi efektif suatu daerah pada itu sendiri. Kaimana awalnya berdiri selama 5 abad sebuah area kecil. Lalu mereka bergabung dengan Namatota. Namatota memiliki raja yang lebih kecil di bawah kekuasaan itu. Kaimana masih daerah independen, kemudian mereka pergi ke daerah yang tepat dan menyebut dirinya Kaimana Lamora. Pada akhir abad ke-19 Raja terakhir dari Adi (suksesor raja dari Kaimana Lamora) telah meninggal. • Pada tahun 1.898 Naro E. Dmengklaim, bahwa ia sebenarnya keturunan dari penguasa, yang selalu memerintah Kaimana. Penguasa semacam itu sebenarnya disebut Raja Komisi, tetapi secara lokal mereka memanggilnya Rat Umis. Rat Umis terakhir dalam waktu kolonial Belanda adalah Rat Umis Achmad Muhammad Aituarauw. Awalnya ia tinggal di kota kaimana, lalu ia membuat tempat tinggal baru di pulau Kilimala di suatu tempat di tahun 1930.
    • KERAJAAN KAIMANA (KOMISI) • Seorang Putera Mahkota Raja Komisi bernama Hakim Achmad Aituararauw .menyebutkan bahwa kerajaan Islam pertama didirikan di Pulau Adi pada tahun 1626 dengan nama Eraam Moon, yang diambil dari bahasa Adi Jaya yang artinya “Tanah Haram”. Raja pertamanya bernama Woran. Namun jauh sebelumnya pada abad ke XV (1460-1541) penguasa pertama di pulau Adi, Ade Aria Way, telah menerima Islam yang dibawa oleh Syarif Muaz yang mendapat gelar Syekh Jubah Biru, yang menyebarkan Islam di utara dan kawasan itu. Namun sambutan positif lebih banyak diterima di pulau Adi dalam hal ini di daerah kekuasaan Ade Aria Way. Setelah masuk Islam Ade Aria Way berganti nama menjadi Samai. Kemudian Samai mencatat bahwa pada tahun 1760 Ndovin yang merupakan generasi kelima dari Samai mendirikan kerajaan Kaimana dan bertahta di sana dengan gelar Rat Umis As Tuararauw yang kemudian dikenal dengan nama Raja Komisi.
      • SISTEM EKONOMI DAN SOSIAL • Di dalam proses penyampaian agama islam oleh Sultan, selalu di awali oleh kesenian Tifa dan semacam terompet dari kerang yang di tiup oleh seorang pemuka agama pada saat itu yang bernama raja Tagate dan Tanobe. Karena pada saat itu pembunuhan dimana-mana hingga menyebabkan korban berjatuhan. Sehingga sebelum sultan masuk di suatu kampung di haruskan meniup suatu trompet dan di ikuti kesenian tradisional Tifa. Yang menyebabkan alat ini berfungsi sampai sekarang, karena pada jaman nenek moyang kami dipergunakan untuk mengamankan perlawanan antara musuh yang satu dengan yang lain. • Selain yang sudah tertulis di atas, maka ada tradisi nenek moyang yang masih di miliki oleh suku Kokoda tersebut yang masih mengeterkaitkan antara budaya mereka dengan budaya islam, yaitudi antaranya adalah melakukan ritual mandi safar dan bacaan pantun-pantun pada bulan puasa, dan juga hal ini di lakukan pada saat malam hari dari awal bulan puasa dan sampai akhir bulan puasa hingga di lakukan silaturahmi antara oranf islam dan NAS. Dalam proses ritual mandi safar ini serta bacaan pantun-patun para suku asli Kokoda Papua melakukannya bukan hanya dengan bercorak kebudayaan islam saja, tetapi juga bercorak kebudayaan asli Kokoda Papua. Corak kebudayaan asli Kokoda Papua ini seperti penampilan tambur atau tifa yang terbuat dari kayu yang sudah berlubang bagian tengahnya dan di pasang kulit hewan. Bahkan sekarang bisa kita jumpai dimana-mana tiap kesenian papua, tifa tak pernah tersingkirkan dan selalu di pergunakan. Yang menyebabkan alat ini berfungsi sampai sekarang, karena pada jaman nenek moyang mereka dipergunakan untuk mengamankan perlawanan dengan pihak lain.
      • SISTEM EKONOMI DAN SOSIAL • Di tinjau dari sistem sosial, pada umumnya masyarakat papua sangat menjunjung tinggi hidup bersosial, di karenakan nenek moyang mereka dahulu selalu hidup bersosial. Bahkan hingga sekarang masyarakatnya-pun demikian. Contohnya yang sering muncul di khalayak yaitu di dalam acara keagamaan biasanya antara agama Islam dan Kristen mereka mengerjakan secara bersama-sama, dan tidak membedakan antara agama islam dan NAS. Sehingga sistem sosial ini sangat erat di dalam kaitannya terhadap masyarakat papua sendiri. Sedangkan untuk Sistem sosial Kerajaan Islam di Papua menganut sistem hukum islam, dimana peradilannya harus sesuai syariat Islam • Sistem Ekonomi kerajaan islam di papua didominasi oleh Perdagangan. Karena daerah papua memiliki Kekayaan Tambang dan Rempah sehingga daerah ini menjadi incaran para pedagang. Sementara itu, Ternate Tidore memiliki Mineral dan Bahan Pangan yang banyak. Sehingga terjadilah hubungan politik dan perdagangan antara kepulauan Raja Ampat dan Fakfak dengan pusat kerajaan Ternate dan Tidore. Untuk daerah pesisir, sistem perekonomiannya lebih didominasi oleh nelayan.
        • HASIL BUDAYA DAN PENINGGALAN • Pengaruh masuknya Islam di kabupaten Fakfak dapat dilihat dengan adanya temuan mesjid kuno dibeberapa tempat yaitu mesjid Merapi, Werpigan, Patimburak, gong, rebana, tongkat cis, songkok raja. • Islam juga menancapkan pengaruhnya didaerah Kokas, Fakfak salah satu buktinya adalah keberadaan sebuah Masjid Tua yaitu Masjid Patimburak. • 1. Terdapat living monument yang berupa makanan Islam yang dikenal dimasa lampau yang masih bertahan sampai hari ini di daerah Papua kuno di desa Saonek, Lapintol, dan Beo di distrik Waigeo. • 2. Tradisi lisan masih tetap terjaga sampai hari ini yang berupa cerita dari mulut ke mulut tentang kehadiran Islam di Bumi Cendrawasih. • 3. Naskah-naskah dari masa Raja Ampat dan teks kuno lainnya yang berada di beberapa masjid kuno.
        • 4. Di Fakfak, Papua Barat dapat ditemukan delapan manuskrip kuno berhuruf Arab. Lima manuskrip berbentuk kitab dengan ukuran yang berbeda yang terbesar berukuran kurang lebih 50 x 40 cm, yang berupa mushaf Al-Quran yang ditulis dengan tulisan tangan di atas kulit kayu dan dirangkai menjadi kitab. Sedangkan keempat kitab lainnya, yang salah satunya bersampul kulit rusa, merupakan kitab hadits, ilmu tauhid, dan kumpulan doa. Kelima kitab tersebut diyakini masuk pada tahun 1214 dibawa oleh Syekh Iskandarsyah dari kerajaan Samudra Pasai yang datang menyertai ekspedisi kerajaannya ke wilayah timur. Mereka masuk melalui Mes, ibukota Teluk Patipi saat itu. Sedangkan ketiga kitab lainnya ditulis di atas daun koba-koba, Pohon khas Papua yang mulai langka saat ini. Tulisan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tabung yang terbuat dari bambu. Sekilas bentuknya mirip dengan manuskrip yang ditulis di atas daun lontar yang banyak dijumpai di wilayah Indonesia Timur. 5. Masjid Patimburak yang didirikan di tepi teluk Kokas, distrik Kokas, Fakfak yang dibangun oleh Raja Wertuer I yang memiliki nama kecil Semempe. Merupakan Salah satu bukti otentik keberadaan Islam di tanah papua yang masih terpelihara rapi adalah Masjid Patimburak. Masyarakat setempat mengenal masjid ini sebagai Masjid Tua Patimburak. Menurut catatan sejarah, masjid ini telah berdiri lebih dari 200 tahun yang lalu, bahkan merupakan masjid tertua di Kabupaten Fakfak. Bangunan yang masih berdiri kokoh dan berfungsi hingga saat ini dibangun pada tahun 1870, seorang imam bernama Abuhari Kilian

No comments:

Read More

.jump-link { text-transform: uppercase; margin: 0 auto; font-size: 14px; letter-spacing: 2px; text-align: center; padding-top: 30px; } .jump-link a { border: 1px solid; padding: 10px; }

Nama Pasar Di Jakarta Menurut Hari

Nama pasar berdasarkan nama-nama hari emang jadi ciri khas kota Jakarta. Tapi dari mana asal usul nama itu? Warga kota Jakarta pasti kenal ...

See More